SEJARAH
AWAL BERDIRI
MAJLIS TA’LIM AL AMIN NURUL IMAN
PAKUHAJI TANGERANG
Majlis ta’lim
al-amin nurul iman adalah salah satu majlis ta’lim yang bertempat di desa
kalibaru Rt.02/03 kecamatan pakuhaji kabupaten tangerang , yang mana telah
berdiri pada tahun 1983 yang di pimpin oleh seorang yang mempunyai niat yang
mulia yaitu beliau ust. Mursan putra dari bapak almarhum yaitu bapak Alim Areh
. Majlis Al-Amin Nurul bisa di katakan yaitu salah satu majlis yang bisa di
bilang cukup lama umurnya. Awal berdirinya majlis ini yaitu bisa di bilang
sangat memprihatinkan terutama dalam hal tempat belajar yang mana awal mula
semua santri yang kurang lebih jumlahnya itu ada 30 mereka belajar dengan alas
tikar , tempat tersebut masih belum berupa lantai atau keramik tapi tempat tersebut berupa tanah biasa yang mana ketika
para santri belajar terkadang mereka merasakan sakit setelah mereka duduk lama
di tempat duduknya , begitu juga dengan alat penerang yang masih sangat
sederhana yaitu pada tahun 1994 menggunakan pelita gembreng atau bisa di
katakan lampu semprong /tempel . yang terkadang sering sekali padam atau mati
api yang ada pada pelita tersebut , dan waktu demi waktu ada sedikit
peningkatan untuk penerang ketika belajar yaitu beralih menggunakan lampu
teromak yang mana ketika itu santri-santri sangat merasa senang karena dengan
lampu teromak ini sangat lebih terang jika di bandingkan dengan lampu gembreng
pada waktu sebelumnya.
Sekian lama sekitar 7 tahun majlis ini beserta masyarakat yang ada
memberikan partisipasinya untuk membuat tempat ibadah yang bisa juga untuk di
pakai kegiatan belajar ilmu agama yang tetap masih di pimpin oleh Ust.Mursan
. adapun pemberian nama Majlis ini yang awalnya yaitu dengan nama majlis Ta’lim
Al-Amin . kemudian setelah majlis ini berumur 27 tahun pimpinan majlis pun
memberikan dan berpesan kepada putra beliau yang sedang mencari ilmu agama di
pondok pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor yaitu untuk meneruskan
majlis yang sudah dirintis oleh Ayahnya tersebut akhirnya putra beliau siap
untuk membantu dan meneruskan perjuangan abahnya di dalam memimpin majlis.
Adapun nama majlis yang awalnya hanya Al-Amin saja kemudian ada
sedikit penambahan nama yaitu menjadi Al-Amin Nurul Iman , yang mana nama Nurul
Iman itu di ambil dari nama Pondok Pesantren ,putra beliau ketika belajar ilmu
agama yaitu ananda Ashabul Kahfi yang bertempat di Parung Bogor. Yang di
pimpin oleh seorang guru besar yang sangat berma’rifat kepada ALLAH swt. Yaitu
beliau Al-Alim Al-Alamah Al-Arif Billah Sayyiduna Al Habib Saggaf Bin Mahdi
Bin Syekh Abi Bakar Bin Salim.
Penambahan nama pada majlis tersebut juga tidak hanya di ketahui pada
nama pribadi saja tetapi di adakan musyawarah oleh Ashabul Kahfi kepada abahnya
yaitu Ust.Mursan . apakah di izinkan atau tidak, akhirnya ust.Mursan bertanya
, kepada putranya , yaitu ,kahfi kenapa mau di tambah nama majlisnya ?
kemudian putra tersebut menjawab: maaf abah kahfi ingin menambahkan
nama majlis ini tujuannya untuk tabarukan kepada guru besar yang di Pesantren
Bogor (abah Seggaf) , yang mana kahfi mempunyai keinginan atau cita-cita ,
kalau kahfi dah balik ke kampung halaman kahfi ingin mendirikan pesantren atau
majlis dan nama majlis atau pesantren itu harus ada gandengannya dengan nama
pesantrennya kahfi waktu menimba ilmu disana . Pada akhirnya Al-Mukarrom
Ust.Mursan memberikan izin untuk penambahan majlis tersebut. Yang mana pada
awalnya bernama “Al-Amin “ kemudian menjadi” Al-Amin Nurul Iman .
setelah ashabul kahfi mendapatkan izin untuk penambahan nama majlis . maka
ashabul kahfi datang berziarah ke makam guru besar beliau yaitu di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah
Nurul Iman Parung Bogor. Disitulah ashabul kahfi membacakan tahlil , membaca
maulid ad’diba’ dan berdoa untuk di hadiahkan doa tersebut kepada guru besar.
Sambil memohon kepada Allah agar ashabul kahfi mendapatkan ridho dari guru
besar untuk melanjutkan perjuangan ayahnya di rumah yaitu meneruskan majlis. Setelah
itu ashabul kahfi juga berziarah kesalah satu putra yang paling besar dari
gurunya yaitu beliau habib amin bin saggaf bin mahdi bin syekh abi bakar bin
salim , untuk memohon restu akan pemberian nama pada majlis yang akan ashabul
kahfi pimpin. Dan beliau al habib amin
saggaf bin mahdi bin syekh abi bakar bin salim sangat antusias sekali
dengan perjuangan yang akan di jalani oleh ashabul kahfi.
Majlis ta’lim al-amin nurul iman pun mulai berkembang dengan bagus
yang mana santri-santrinya sangat bertambah semangat untuk terus mempelajari
ilmu agama, apa lagi sekarang pada tahun 2012 pengasuh Majlis ta’lim al-amin
nurul iman yaitu beliau al-mukarrom ust. Mursan di bantu oleh putranya yaitu ashabul
kahfi yang mana majlis ini bertambah menjadi lebih maju dan baik , yang selalu
terus menumbuhkan terhadap santri-santri akan ahlak yang mulia untuk kehidupan
sehari-hari. Baik kepada teman, kedua orang tua, guru baik yang ada di majlis
maupun yang ada di luar majlis. Dan juga para santri di berikan penambahan ilmu
untuk menjadi dasar utama di dalam memahami kitab yang sangat mulia yaitu ;
al-qur’an dan al-hadist. Dengan pelajaran BAHASA ARAB . yang mana
al-hamdulillah hampir semua santri senang dengan pelajaran bahasa arab. Dan
juga yang lebih hebatnya lagi di majlis tersebut ketika santri ingin BAK harus
memakai bahasa arab , dan semua santri-santripun mempraktekan ilmu bahasa arab
itu.
Adapun kajian-kajian yang diajarkan di Majlis ta’lim al-amin nurul
iman yaitu;
1.
kajian
ilmu Al-Qur’an yang meliputi , Iqro,Ilmu Tajwid,Ilmu Makhorijul Huruf, Ilmu
Sifattul Huruf, Sejarah Kandungan Isi Al-Qur’an .
2.
untuk
kajian ilmu Ahlaknya yaitu meliputi,Alahlaku Lilbanin,Ta’lim Muta’alim.
3.
untuk
kajian ilmu hadisnya yaitu meliputi, Hadist Arbain , Dan Riyadussholihin.
4.
untuk
kajian ilmu kitab yaitu, nahwu wadih juz 1,2,dan 3 , jurumiah, safinatunaja,
5.
kajian
bahasa arab yaitu, Al-Af’alu Al Yaumiah,Al-Asma Al Yaumiah, Percakapan Hasan
Baharun, Dan Al Arobiyah Baina Yadaik.
Adapun mata pelajaran yang ada diatas yaitu di ajarkan berdasarkan
tingkatan/faslun. Untuk kegiatan hiburan yaitu diadakan kegiatan muhadhoroh
yang mana muhadhoroh ini bertujuan untuk menumbuhkan keberanian santri-santri
di dalam berceramah, menjadi seorang qori,seorang MC dalam acara keagamaan dan
juga penampilan marawis , joget marawis dll. Dan adapun kegiatan muhadhorh ini
di laksanakan yaitu setiap malam ahad / minggu.dan untuk malam jum’at semua
santri di wajibkan untuk mengikuti pembacaan yasin dan Maulid Nabi Muhammad saw
yaitu Maulid Ad’diba’ .
Mungkin itulah sekelumit tentang sejarah Majlis Ta’lim Al-Amin
Nurul Iman, semoga majlis ini terus selalu di berikan rahmat dan ridho oleh
Allah swt. Amin ya Allah Ya Rabbal Aalamiin …….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar